Sabtu, 14 Juni 2014

Topologi Jaringan

A. Pengertian Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah suatu cara menghubungkan computer yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk sebuah jaringan. Jaringan computer adalah sebuah system yang terdiri dari atas computer-komputer yang dipergunakan untuk saling berbagi (berkomunikasi dan dapat mengakses informasi satu sama lain). Setiap bagian dari jaringan computer dapat meminta dan memberikan layanan. Pihak yang meminta/menerima layanan disebut client. Sedangkan pihak yang memberikan/mengirim layanan diebut server.

Topologi jaringan sendiri terbagi menjadi 2 yaitu :

1. Physical (Fisik), merupakan gambaran fisik dari hubungan antara perangkat (computer, server, hub, switch, dan kabel jaringan) yang membentuk suatu pola khusu.

2. Logical (Logis/Logika), merupakan gambaran bagaimana suatu peangkat dapat terhubung dan berkomunikasi dengan perangkat lainnya.

B. Macam-Macam Topologi Jaringan

1. Topologi Bus
Topologi Bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa kabel Coaxial menjamur. Dengan mengunakan T-Connector (dengan terminator 50 Ohm pada ujung network), maka computer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Pada topologi bus ini bentuk susunan komputernya menggunakan satu kabel memanjang yang mana awal dan akhirnya tidak bertemu, sehingga kedua uung jaringan harus menggunakan Terminator, untuk kabel dan connector yang digunakan adalah Kabel Coaxial dan Connector BNC. Topologi ini, sering kali dijumpai pada system client/server yang dimana salah satu computer digunakan sebagai server dan yang lainnya menjadi client. Instalasi pada topologi jaringan Bus sangat sederhana dan murah, karena maksimal hanya 5-7 komputer.

· Ciri-Ciri Topologi Bus :

Ø Topologi Bus merupakan teknologi lama yang dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris jaringan.
Ø Tidak memerlukan peralatan aktif untuk menghubungkan computer.
Ø Susah melakukan pelacakan kerusakan.
Ø Sangat ekonomis dalam biaya.
Ø Tidak memerlukan Hub.
Ø Paket-paket data saling bersimpang di satu kabel.

· Kelebihan

Ø Hemat biaya,
Ø Tidak banyak menggunakan kabel untuk menghubungkan ke perangkat lainnya.
Ø Tidak membutuhkan konsentrator.
Ø Jarak LAN tidak terbatas.

· Kekurangan
Ø Apabila terjadi kabel terputus, maka semua computer tidak dapat digunakan/ tidak dapat berkomunikasi.
Ø Jika traffic yang padat, akan memperlambat akses data.
Ø Troubleshoot sulit.
Ø Sering terjadi tabrakan file data yang dikirim.
Ø Diperlukan repeater.

2. Topologi Jaringan Ring
Topologi jaringan Ring adalah cara menghubungkan computer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Topologi ini mirip topoogi bus, hanya saja ujung-ujungnya saling berhubungan membentuk lingkaran. Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lainnya dan hubungan ini akan membentuk loop tertutup. Pergerakan data pada topologi ini berputar pada suatu alat yang disebut Hub, dan komunikasi data akan down jika salah satu titik mengalami problem. Untuk mengatasi kelemahan ini, maka digunakan jaringan FDDI dengan cara mengirimkan data searah jarum jam, atau bisa juga dibuat bolak-bailk jika salah satu computer down masih bisa terhubung. Pengiriman data dilakukan dengan teknik mengirim dan menerima.
· Ciri-Ciri Topologi Ring (Cincin) :

Ø Node-node dihubungkan secara seri disepanjang kabel dengan arah memutar seperti jarum jam.
Ø Paket-paket data dapat mengalir seraha dari kiri atau kanan sehingga mengurangi terjadinya tabrakan           data.
Ø Kabel yang digunakan adalah kabel UTP atau Patch Cable (IBM tipe 6).

· Kelebihan

Ø Hemat kabel.
Ø Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data.
Ø Pengiriman data lebih cepat karena data mengalir seara dari kiri tau dari kanan server.
Ø Waktu dalam pengaksesan data lebih optimal.
Ø Tingkat kerumitan rendah (sederhana) atau mudah dirancang.
Ø Bila ada gangguan atau kerusakan pada suatu sentral, maka aliran traffic dapat dilewatkan pada arah lain       dalam system.

· Kekurangan

Ø Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh             jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
Ø Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan , menambah, mengubah perangkat jaringa dan       mempengaruhi keselruhan jaringan.
Ø Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
Ø Lebih sulit dikonfigurasi.
Ø Dapat terjadi collision (tabrakan paket data).

3. Topologi Jaringan Star (Bintang)
Topologi jaringan Star merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi atau penggabungan dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Masing-masing workstation di hubungkan secara langsung ke Server atau Hub/Switch. Inti dari topologi ini menggunakan Hub/Switch untuk menghubungkan dari computer satu ke computer yang lain. Semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua client. Hub/Switch berfungsi untuk menerima sinyal-sinyl dari computer dan eneruskan ke semua computer yang terhubung dengan Hub/Switch tersebut. Topologi jaringan Star termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

· Ciri-ciri Topologi Star :

Ø Setiap Node berkomunikasi secara langsung dengan central node. Traffic data mengalir dari node ke             central node dan kembali lagi.
Ø Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
Ø Jika terjadi kerusakan pada salah satu node, maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa               mengganggu jaringan lain.
Ø Dapat digunakan dengan Kabel Lower grade, karena hanya menghandle satu trafik node dan biasanya         menggunakan kabel UTP.

· Kelebihan

Ø Paling fleksibel.
Ø Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain.
Ø Control terpusat.
Ø Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan.
Ø Kemudahan pengelolaan jaringan.
Ø Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
Ø Tingkat keamanan termasuk tinggi.

· Kekurangan

Ø Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
Ø Boros dalam pemakaian kabel.
Ø HUB menjadi bagian yang kritis karena control terpusat.
Ø Peran HUB sangat sensitive sehingga ketika terdapat masalah dengan HUB itu sendiri, maka jaringan             tersebut akan bermasalah/down.
Ø Jaringan tergantung pada terminal pusat.
Ø Jika menggunakan Switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan melambat.
Ø Biaya jaringan lebih mahal dan perlu penanganan khusus untuk pengelolaan jaringan.

4. Topologi Jaringan Tree
Topologi jaringan Tree (Pohon) adalah kombinasi karakteristik antara tolopogi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. Computer-komputer dihubungkan ke HUB, sedangkan HUB lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung/backbone. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup.
· Kelebihan

Ø Memungkinkan untuk memiliki jaringan point-to-point.
Ø Mengatasi keterbatasan pada topologi star yang memiliki titik koneksi HUB.
Ø Topologi tree membagi seluruh jaringan menjadi bagian yang lebih mudah diatur.
Ø Dapat menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimilki oleh HUB.

· Kekurangan
Ø Karena bercabang, maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa         trnasmisi data ditujukan.
Ø Prlu suatu mkanisme untuk mengatur transmisi dari terminal-terminal dalam jaringan.
Ø Kabel yang digunkan menjadi lebih banyak (boros) sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam       pengaturannya termasuk di dalamnya adalah tata letak ruang.
Ø HUB menjadi elemen penting/kritis.

5. Topologi Jaringan Mesh
Topologi jaringan Mesh adalah suatu topologi yang memang didesain menghubungkan antara perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Jaringan dengan topologi mesh mempunyai jalur ganda dari setiap peralatan di jaringan computer. Semakin banyak computer yang terhubung semakin sulit untuk pemasangan kabelnya. Karena itu, jaringan mesh yang asli yaitu setiap peralatan dihubungkan satu dengan yang lain, jarang digunakan. Yang biasa dipakai adalah membuat jalur ganda (backup) untuk hubungan-hubungan utama sebagai jalur cadangan jika terjadi kesulitan.

· Kelebihan

Ø Hubungan Dedicated Links menjamin data langsung dikirimkan ke computer tujuan tanpa harus melalui         computer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusu untuk berkomunikasi               dengan computer yang dituju saja (tidak digunakan secara bersama).
Ø Memiliki sifat Robust, yaitu apabila terjadi gangguan pada koneksi computer A dengan computer B               karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi       koneksi computer A dengan computer lainnya.
Ø Privacy dan Security pada topologi Mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua               computer tidak akan dapat di akses oleh computer lainnya.
Ø memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar computer.

· Kekurangan

Ø Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O, semakin banyak computer di dalam topologi mesh maka             diperlukan semakin banyak kabel links dan Port I/O.
Ø Instalasi sulit.
Ø Perlunya space yang memungkinkan.

6. Topologi Jaringan Hybrid
Topologi jaringan Hybrid adalah salah satu jenis topologi jaringan yang mengkombinasikan dua atau lebih topologi yang berbeda menjadi sebuah bentuk baru topologi pada system jaringan computer. Bila topologi berbeda terhubung ke satu sama lainnya dan tidak menampilkan satu karakteristik topologi tertentu, maka desain jaringan tersebut bisa dikatakan termasuk Topologi Jaringan Hybrid. Karena menggunakan kombinasi dari dua atau lebih topologi yang sedemikian rupa sehingga jaringan yang dihasilkan tidak menunjunkkan salah satu dari standar topologi (misalnya bus,star,cincin,dll).

· Kelebihan :

Ø Salah satu keuntungan yang menonjol topologi hybrid adalah fleksibilitas. Topologi jaringan hybrid                 dirancang sedemikiana rupa sehingga dapat diterapkan untuk sejumlah lingkungan jaringan yang berbeda.
Ø Hybrid mengkimbinasikan konfigurasi yang berbeda tapi dapat bekerja dengan sempurna untuk jumlah         lalu lintas jaringan yang berbeda.
Ø Menambahkan koneksi perifer lain cukup mudah, seperti node baru dan/atau periferal dapat terhubung antar topologi berbeda
Ø Dibandingkan dengan jenis topologi komputer lainya, topologi ini terpercaya. Memiliki toleransi kesalahan     yang lebih baik. ketika sejumlah topologi berbeda terhubung ke satu sama lain
Ø Ketika link tertentu dalam jaringan komputer mengalami gangguan, tidak menghambat kerja dari jaringan       lainnya.
Ø Jenis topologi dapat dikombinasikan dengan jenis-jenis topologi jaringan komputer lain tanpa harus               membuat perubahan apapun pada topologi yang telah ada.
Ø Kecepatan topologi konsisten, seperti menggabungkan kekuatan dari masing-masing topologi dan                 menghilangkan kelemahannya. Oleh sebab itu topologi jaringan hybrid sangat efisien
Ø Kelebihan topologi hybrid yang paling penting adalah mengabaikan kelemahan topologi berbeda yang           terhubung dan hanya akan dipertimbangkan segi kekuatannya walaupun topologi jaringan hybrid kelihatan     sangat rumit tapi merupakan solusi untuk perluasan jaringan tanpa harus merombak topologi jaringan yang     teleh terbangun sebelumnya.

· Kekurangan :

Ø Karena merupakan penggabungan beberapa bentuk menjadi topologi hybrid, maka pengelolaan topologi       akan menjadi lebih sulit.
Ø Dari segi ekonomisnya jaringan hibrid sulit dipertahankan karena membutuhkan biaya yang lebih topologi       tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan yang murni dalam satu bentuk. Faktor biaya dapat                     dihubungkan dengan biaya penambahan hub dan Biaya pengkabelan yang meningkat untuk membangun         bentuk topologi ini.
Ø Instalasi dan konfigurasi dari topologi ini sulit karena ada topologi yang berbeda yang harus dihubungkan       satu sama lainnya, pada saat yang sama harus dipastikan bahwa tidak satupun dari node dijaringan gagal       berfungsi sehingga membuat instalasi dan konfigurasi topologi hybrid menjadi sangat sulit.
Ø Terlepas dari keuntungan dan kerugian topologi hibrid harus diakui bahwa tidak ada kekhawatiran untuk       mengubah topologi yang telah ada jika kebutuhan perluasan jaringan diperlukan. Jika dibandingkan               kelebihan    dan kekurangan dari topologi komputer lain, boleh dikatakan bawa topologi hybrid adalah         yang terbaik.
Ø Pada Topologi hybrid dilakukan ketika ada lebih dari dua dasar topologi bekerja pada satu tempat yang       harus dihubungkan satu sama lainnya. jika topologi bintang yang terhubung ke topologi bintang lainnya, hal     ini masih topologi star. Namun, bila topologi star dan topologi bus terhubung ke satu sama lainnya maka        didefinisikan sebagai topologi hybrid.Seringkali ketika topologi terhubung satu sama lainnya sehingga tata       letak topologi yang dihasilkan sulit difahami meskipun topologi yang baru bekerja tersebut mungkin tanpa       masalah. Sebagai contoh, sebuah jaringan pohon terhubung ke jaringan pohon masih topologi jaringan           pohon. Sebuah topologi hybrid selalu diproduksi ketika dua jaringan dasar yang berbeda topologi                 terhubung. Dua contoh umum untuk jaringan Hybrid adalah: Bintang cincin jaringan dan jaringan bintang         bus.Sebuah jaringan cincin bintang terdiri dari dua atau lebih topologi star terhubung menggunakan unit           multistation akses (MAU) sebagai hub terpusat.Sebuah jaringan Bus Bintang terdiri dari dua atau lebih           topologi star terhubung menggunakan batang bus (bus batang berfungsi sebagai tulang punggung jaringan).


Tidak ada komentar: